Permintaan, Penawaran, dan Ekuilibrium (bag.2)

Pengaruh Pajak Terhadap Keseimbangan Pasar

Pajak merupakan iuran rakyat kepada kas negara yang didasarkan pada  undang-undang dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Adanya pajak pada barang-barang yang dikonsumsi masyarakat akan menambah jumlah harga, kemudian harga (P) menjadi naik dan permintaan (Q) berkurang. Bila fungsi penawaran Ps = f(Q) maka dengan masuknya variabel pajak (t) akan mengubah harga penawaran menjadi:

Bila fungsi penawaran sebelumnya Qs = f(P) dengan adanya pajak (t) maka jumlah penawaran yang baru adalah:

sehingga keseimbangan pasar yang baru terjadi saat:

dimana:

Ps’ : harga penawaran setelah pajak

Qs’: jumlah penawaran setelah pajak

Pd  : harga permintaan

Qd : jumlah permintaan.

a    : angka bebas

b    : gradien

t     : pajak

Jumlah pajak yang diterima pemerintah atau yang ditanggung oleh konsumen maupun produsen dapat dihitung dengan rumus berikut:

Pajak yang diterima pemerintah

dimana:

T       : pajak yang diterima pemerintah (tax)

Qe’   : jumlah keseimbangan setelah pajak

t        : besarnya pajak per unit

Pajak konsumen

Pajak per unit

Pajak keseluruhan

dimana:

tk      : beban pajak yang ditanggung konsumen

Pe’    : harga keseimbangan setelah pajak

Pe     : harga keseimbangan sebelum pajak

Pajak produsen

dimana:

tp      : beban pajak yang ditanggung produsen.

T       : besar pajak yang diterima pemerintah.

tk      : besar pajak yang ditanggung konsumen.

Untuk lebih memahaminya perhatikan contoh soal berikut ini:

Diketahui:

Qd           = -P + 28                ……………………………………… (I)

Qs           = 8 + P                    ……………………………………… (II)

Pemerintah menetapkan pajak sebesar t = 4 per unit

Kalian diminta menghitung:

1)    Keseimbangan pasar sebelum pajak.

2)    Keseimbangan pasar setelah pajak.

3)    Besarnya pajak yang diminta pemerintah.

4)    Besarnya pajak yang ditanggung konsumen.

5)    Besarnya pajak yang ditanggung produsen.

Penyelesaian:

1)    Keseimbangan pasar sebelum pajak

keseimbangan pasar Pd = Ps atau Qd = Qs

-P + 28 = 8 + P

-P-P = 8-28

-2p = -20

Pe = 10

Substitusikan Pe = 10 ke persamaan (I) menjadi:

Q  = -P + 28

Q = -10 + 28

Qe = 18

Keseimbangan pasar sebelum pajak adalah Qe=18 dan Pe=10

2)    Keseimbangan pasar setelah pajak

Penghitungan fungsi penawaran sesudah pajak (t=4)

Qs = 8 + P

Qs’ =  a + b (P-t)

Qs’ = 8 + 1 (P-4)

Qs’ = 8 + P -4

Qs’ = P + 4

Keseimbangan jumlah dan harga keseimbangan setelah pajak adalah Qd = Qs’ dan Pd = Ps’.

Masukkan Pe = 12 ke persamaan (I)

Q = -P + 28

Q = -12 + 28

Qe’= 16

Keseimbangan pasar setelah pajak adalah Qe’ = 16 dan Pe’ = 12

3)    Besarnya pajak yang diminta pemerintah

T = t x Qe’

T = 4 x 16

T = 64

Jadi pajak yang diminta oleh pemerintah ialah sebesar 64

4)    Besarnya pajak yang ditanggung konsumen

tk = (Pe’ – Pe) x Qe’

tk = (12 – 10) x 16

tk = 2 x 16

tk = 32

Sehingga pajak yang ditanggung oleh konsumen adalah 32

5)    Besarnya pajak yang ditanggung produsen

tp = T – tk

tp = 64 – 32

tp = 32

Maka pajak yang dibebankan kepada produsen adalah 32

Dari contoh soal di atas didapat

Sehingga dapat disimpulkan adanya pajak menyebabkan harga naik dan permintaan turun.

bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: