Masalah Ekonomi dan Elastisitas (bag.2)

sambungan (bag.1)…

Prinsip, Tindakan, dan Motif Ekonomi

Dalam menentukan alokasi sumber daya untuk memperoleh kepuasan yang optimal, manusia akan bertindak logis dengan memikirkan untung rugi, menimbang skala prioritas, keinginan atau harapan di masa depan, dan sebagainya. Pertimbangan manusia tersebut dapat diklasifikasikan menjadi prinsip, motif, atau tindakan ekonomi.

Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan pedoman yang digunakan manusia dalam melakukan kegiatan ekonomi. Secara umum manusia memiliki kecenderungan berusaha untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan tingkat pengorbanan tertentu. Dengan kata lain input yang dirasakan sebanding atau lebih besar dengan output yang dikeluarkan.

Misalnya seorang ibu menawar harga suatu barang agar dapat membeli barang lainnya.

Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi ialah segala perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang disesuaikan dengan tingkat kepentingan dan didasarkan pada prinsip ekonomi.

Contoh: seorang mahasiswa yang mendapatkan kiriman dari orang tuanya kemudian membelanjakannya sesuai dengan kebutuhan.

Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah keinginan atau gejala sesuatu yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Motivasi seseorang untuk mencapai kesejahteraan mungkin berbeda satu sama lain, sehingga keinginan ini bersifat subjektif. Berbeda dengan prinsip ekonomi dimana setiap manusia memiliki kecenderungan yang sama atau bersifat objektif.  Berikut beberapa contoh motif ekonomi:

1.     Keinginan meraih keuntungan atau kemakmuran.

2.     Keinginan memperoleh kekuasaan dan kepuasan.

3.     Keinginan mendapatkan penghargaan atau prestasi.

4.     Keinginan melakukan kegiatan sosial.

Metode dan Hukum Ekonomi

Di dalam ilmu ekonomi dikenal beberapa metode untuk menetapkan sebuah kesimpulan atau hukum ekonomi yang didasarkan atas analisis peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi di masyarakat. Kesimpulan maupun hukum tersebut dapat digunakan untuk memprediksi kecenderungan-kecenderungan atau akibat yang akan terjadi bila sebuah peristiwa ekonomi terjadi.

Metode Ekonomi

Metode yang digunakan dalam ekonomi adalah:

1. Metode Induksi atau Empiris

Metode yang bermula dari fakta atau peristiwa yang terjadi di masyarakat kemudian dianalisis dan dibuat kesimpulan ekonomi, setelah itu ditetapkan hukum ekonomi.

  • Peristiwa ekonomi: menjelang lebaran harga bahan pokok naik.
  • Analisis: kenaikan harga disebabkan meningkatnya permintaan.
  • Kesimpulan: harga naik karena permintaan naik.
  • Penetapan hukum atau dalil: hukum permintaan dan penawaran.

2. Metode Deduksi atau Abstrak

Metode yang bermula dari dalil atau teori yang telah ada, lalu dianalisis kemudian dibuat kesimpulan ekonomi.

  • Teori: manusia adalah homoeconomicus, senang dengan barang berkualitas baik dan harganya murah.
  • Analisis: sebuah sepeda dengan kualitas sama dijual di dua toko yang berbeda. Toko A menjual dengan harga 500 ribu, sedangkan  toko B dengan harga 550 ribu. Toko A lebih laku dari toko B.
  • Kesimpulan: teori awal benar bahwa manusia senang dengan barang berkualitas baik dan harganya murah.

3. Metode Sintesa

Metode yang menggunakan kenyataan dan teori secara bersama-sama untuk membuat kesimpulan ekonomi.

Metode ini dimanfaatkan untuk menguji keterkaitan suatu teori dengan fakta dalam suatu waktu tertentu secara bersama-sama, termasuk apakah teori tersebut masih relevan atau tidak dengan sebuah peristiwa. Biasanya digunakan dalam sebuah penelitian atau observasi lapangan.

Hukum Ekonomi

Hukum ekonomi Adalah keseluruhan rumusan yang berlaku secara umum dan menggambarkan keterkaitan antara peristiwa ekonomi yang satu dengan peristiwa ekonomi lainnya. Hukum ekonomi ini dibagi menjadi dua yaitu:

1.     Hukum Kausal (sebab-akibat)

Apabila peristiwa ekonomi yang satu mengakibatkan peristiwa ekonomi lainnya, tetapi tidak berlaku sebaliknya.

Contoh:

Remunerasi atau kenaikan gaji PNS dapat memicu kenaikan harga, tetapi tidak selalu kenaikan harga menyebabkan kenaikan gaji PNS.

2.     Hukum Fungsional (interdependence atau saling mempengaruhi)

Apabila terdapat dua peristiwa ekonomi yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Contoh: hukum permintaan, apabila terjadi tambahan permintaan akan menyebabkan kenaikan harga. Demikian pula apabila harga turun akan menyebabkan meningkatnya permintaan. Sehingga harga dan permintaan dapat saling mempengaruhi.

Karakteristik hukum ekonomi ini ialah:

a.     Berlaku apabila keadaan yang lain tetap (cateris paribus). Cateris paribus ialah suatu asumsi dimana faktor-faktor lain selain harga dianggap konstan atau tetap. Faktor-faktor tersebut meliputi pendapatan, selera konsumen, harga barang lain, praduga tentang harga tetap, dan tidak ada barang pengganti.

b.     Bersifat relatif, artinya tidak bersifat mutlak.

c.     Bersifat tendens atau mempunyai kecenderungan, artinya hukum ekonomi berlaku apabila terdapat gejala menuju apa yang dinyatakan dalam hukum ekonomi tersebut.

Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi merupakan sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Berikut beberapa sistem ekonomi yang pernah diterapkan oleh negara-negara di dunia.

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama-sama dan untuk kepentingan bersama, sesuai tata cara yang ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya atau adat istiadat yang berlaku. Ciri-ciri sistem ini ialah pertukaran barang menggunakan sistem barter,  belum ada pembagian kerja di dalam memproduksi barang serta jenis produksi masih menyesuaikan kebutuhan pribadi. Selain itu, budaya yang masih tradisional menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat antar anggota masyarakat sehingga jarang terjadi gesekan antar anggota masyarakat. Sektor ekonomi yang dominan dikelola oleh masyarakat ini ialah pemanfaatan tanah untuk pertanian.

Hubungan kekeluargaan yang erat melatih sikap jujur masyarakat dalam melakukan pertukaran barang sekaligus mengarahkan orientasi produksi bukan pada keuntungan semata tetapi pada nilai sosial yang dipupuk dan diwariskan secara turun temurun seperti sikap tolong menolong, toleransi, dan sebagainya. Walaupun sistem ini memiliki kelebihan tersebut, tetapi sistem ekonomi tradisional ini masih menyisakan permasalahan seperti sulitnya menetapkan ukuran barang yang dipertukarkan, keterbatasan jumlah barang yang diproduksi dan sering tidak mencukupi kebutuhan meskipun setiap individu mempunyai keinginan untuk memproduksi barang dan jasa, serta kesulitan dalam mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan. Sistem ekonomi ini digunakan oleh beberapa suku di Afrika, serta beberapa wilayah di Amerika Selatan dan Asia.

Sistem Ekonomi Terpusat atau Sosialis

Pemerintah sebagai pembuat kebijakan ekonomi sepenuhnya bertanggung jawab dan mengatur kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat. Oleh sebab itu, negara menguasai seluruh alat produksi serta mengendalikan manajemennya. Hal inilah yang mendorong sistem ekonomi dikelola secara terpusat.

Pemerintah sebagai penanggung jawab penuh perekonomian lebih leluasa untuk mendistribusikan pendapatan kepada masyarakat, sehingga kesenjangan sosial relatif tidak ada. Selain itu, kelebihan lainnya ialah pemerintah dapat dengan mudah mengendalikan harga. Akan tetapi, dengan kegiatan ekonomi yang diatur dan dikendalikan oleh pemerintah seluruhnya menyebabkan daya kreasi dan potensi masyarakat tidak berkembang. Persoalan lainnya muncul ketika hak milik perseorangan dan kebebasan individu juga sangat dibatasi. Negara yang pernah menerapkan sistem ini adalah Kuba, Polandia, dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis.

Sistem Ekonomi Bebas atau Liberal

Dalam sistem ekonomi bebas, kegiatan ekonomi di semua sektor dikelola oleh swasta, proses pembentukan harga juga ditentukan oleh mekanisme pasar yakni pemintaan dan penawaran. Sementara itu, modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi. Selain ketiga hal tersebut, ciri-ciri lainnya seperti: Pemerintah tidak ikut secara langsung dalam kegiatan ekonomi, timbulnya persaingan bebas antar pengusaha, serta setiap individu bebas memiliki barang dan alat produksi menjadi ciri khusus sistem ekonomi ini.

Sistem ekonomi bebas yang cenderung diterapkan di negara seperti Amerika, Hongkong, Belanda, Spanyol, Portugal dan negara Eropa barat yang berpaham liberal ini memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya adalah setiap individu termotivasi untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan, barang yang diproduksi juga lebih berkualitas dan efisien. Namun dengan begitu terdapat kelemahan yang harus diantisipasi seperti kesenjangan sosial akibat kurang meratanya distribusi pendapatan, eksploitasi sumber daya alam, monopoli dan persaingan yang tidak sehat.

Sistem Ekonomi Campuran (Sosialis dan Liberal)

Untuk meminimalisir kelemahan sistem ekonomi terpusat dan bebas, maka diciptakan sistem ekonomi campuran. Sistem ini melibatkan pemerintah sebagai penanggung jawab negara serta mengakomodasi pihak swasta yang ikut berperan dalam kegiatan perekonomian. Dengan demikian sistem ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas, termasuk hak kepemilikan perorangan yang diakui oleh pemerintah. Kerjasama antara pemerintah dan swasta akan mampu mengendalikan naik turunnya harga.

Dalam sistem ekonomi campuran apabila pembagian peran pemerintah dan swasta tidak jelas akan menimbulkan dampak tumpang tindih peranan. Sehingga apabila peran pemerintah terlalu mendominasi akan menimbulkan etatisme, demikian pula sebaliknya bila peran swasta yang terlampau besar akan menimbulkan monopoli. Sebagian besar negara-negara di dunia menganut sistem ini seperti Perancis dan Malaysia.

Sistem Demokrasi Ekonomi

Sistem demokrasi ekonomi digunakan oleh negara kita, Indonesia. Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi dituangkan dalam konstitusi berupa Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 yang menyatakan bahwa bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Selanjutnya cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Selain itu, negara harus meletakkan sendi-sendi perekonomian atas asas kekeluargaan serta bertanggung jawab untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Dalam sistem demokrasi ekonomi ini warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan serta pengakuan terhadap hak milik perorangan.

Ancaman terhadap sistem demokrasi ekonomi adalah dominasi negara dalam kegiatan ekonomi yang dapat mengakibatkan kekuasaan yang berlebihan oleh negara atau kurangnya pengawasan pemerintah sehingga menimbulkan monopoli atas faktor produksi oleh kelompok-kelompok tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: